Jumat, 25 Maret 2016

Efek Negatif Penebangan Hutan Secara Liar



Efek Negatif Penebangan Hutan Secara Liar

Seperti yang kita tahu, hutan merupakan paru-paru dunia yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa adanya hutan yang rindang dan terpelihara dengan baik, maka kehidupan makhluk hidup di dalamnya akan terganggu dan bermasalah. Itulah yang saat ini sudah terjadi di berbagai wilayah di Indonesia akibat penebangan hutan yang dilakukan secara liar oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab. Padahal, efek dari penebangan hutan yang dilakukan tanpa adanya pertimbangan yang tepat akan sangat merugikan dan berdampak negative terhadap kehidupan di masa mendatang.Berikut dampak negative dari penebangan hutan secara liar.
1.      Kesuburan tanah menghilang
Salah satu dampak buruk dari penebangan hutan secara liar adalah tanah menjadi tidak subur. Penebangan hutan yang dilakukan membuat kondisi lahan hutan menjadi gundul sehingga tidak ada pepohonan yang menjadi tempat bernaung tanah sehingga kesuburan tanah secara perlahan akan terganggu. Teriknya matahari yang tidak seimbang dengan kondisi hutan yang sudah tak lagi rindang membuat kondisi tanah semakin mengering dan sisa-sisa kayu hasil penebangan liar membuat hutan menjadi terbakar dan tidak hidup sama sekali. Otomatis hal ini akan merusak ekosistem hutan dan kehidupan hewan di dalamnya.
2.      Daerah resapan air terganggu
Penebangan hutan liar dapat berdampak negative terhadap berkurangnya daerah resapan air yang selama ini menjadi salah satu fungsi hutan. Tidak ada lagi pohon-pohon yang menyerap air tanah sehingga persediaan air bersih semakin minim dan sangat terbatas.
Kebutuhan air menjadi tidak terpenuhi dan membuat kehidupan masyarakat sekitar menjadi tidak sehat karena kapasitas air bersih tidak bisa dipenuhi sesuai kebutuhan. Selain itu, tentu saja resiko bencana alam seperti banjir dan longsor semakin merajalela sehingga masyarakat yang menjadi korban akan sangat menderita.
3.      Keanekaragaman hayati berkurang
Penebangan hutan yang dilakukan secara liar sangat berdampak pada kehidupan kita semua. Keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya pun semakin berkurang dan lama-lama akan habis karena pemanfaatannya tidak dilakukan dengan cara yang tepat. Pepohonan akan musnah, hewan-hewan dan mikroorganisme akan terganggu kehidupannya sehingga hal ini menyebabkan efek yang sangat merugikan.
Keselarasan kehidupan antara lingkungan dan makhluk hidup di dalamnya akan semakin terganggu dan menimbulkan dampak yang lebih buruk di hari esok apabila tidak segera ditangani dan diantisipasi dengan langkah yang tepat dan juga pasti.
Efek terburuk dari penebangan liar dan penggundulan hutan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab adalah terjadinya resiko pemanasan global. Penyerapan karbon dioksida yang seharusnya dilakukan oleh pepohonan hijau di hutan menjadi tidak berjalan dengan maksimal sehingga keberadaan karbon dioksida yang menumpuk di udara akan menjadi racun yang mematikan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Untuk menanggulangi hal tersebut, penebangan hutan secara liar harus diberikan sanksi tegas agar masalah dan efek buruk yang ditimbulkan dapat dihindari sebelum terlambat.


Sumber : http://jokowarino.id/efek-negatif-penebangan-hutan-secara-liar/
by:Yulia Nursasih


Kamis, 24 Maret 2016

FUNGSI HUTAN SEBAGAI TATA AIR DAN TANAH

Baru-baru ini kita dihadapkan pada berita tentang kerusakan alam. Entah itu akibat dari gempa, tanah longsor, banjir ataupun angin topan. Semua itu berhubungan dengan kerusakan hutan yang terjadi pada alam kita ini. Gempa terjadi karena tanah yang kita tempati menjadi labil. Dikarenakan sudah tidak ada lagi pengikat atau perekatnya. Sehingga jika ada getaran alam tanah menjadi retak, ibarat mobil sudah tidak ada peredamnya. Begitu juga dengan longsor, terjadi karena memang tanah sudah tidak ada pengikatnya. Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi sementara tidak adanya penyerapan pada tanah, yang terjadi bukan tanah yang menyerap air, namun airlah yang mengikis tanah. Adanya angin topan, puting beliung, badai yang menghancurkan rumah, memang dikarenakan angin yangbertiup sangat kencang sementara tidak ada penahan. Sehingga angin bergerak bebas. Kita bisa merasakan perbedaan saat kita berada pada lingkungan hutan dengan saat kita tanah lapang. Kecepatan angin di tanah yang lepang terasa lebih kencang dibanding ketika kita berada di balik penahan, entah itu gedung, rumah atau tumbuhan. Andai saja masih ada pepohonan angin yang kencang perlahan-lahan akan tertahan, sehingga tidak sampai merusak alam kita.Secara garis besar fungsi hutan adalah sebagai pengatur tata air di bumi. Sebab dengan adanya hutan air hujan tidak langsung mengalir menuju sungai yang kemudian menuju laut. Namun air itu akan meresap pada tanah yang diatasnya tumbuh tanaman. Kalau tanah itu tidak ada tanamannya maka tidak ada peresapan. Jika ini terjadi, kalau curah hujan tinggi, maka debit air akan tinggi pula, sementara laut tidak bisa lagi menampung air yang datang. Akibatnya air laut meluap, sehingga bisa menyebabkan terjadinya banjir. Namun andai saja di atas tanah itu ada tanamannya, otomatis tanaman ini akan menyerap air hujan dan akan menahan beberapa saat sehingga ia dapat mengatur lajunya air. Sehingga air yang mengalir ke laut bisa dikendalikan.Dari asalnya air hujan itu bening, tapi mengapa ketkika ia mengalir di sungai menjadi keruh? Karena telah bercampur tanah yang terkikis oleh air hujan. Kenapa tanah terkikis air hujan? Dikarenakan tidak ada pengikatnya. Dan untuk mengikat tanah itu diperlukan adanya tanaman di atas tanah tersebut. Kita bayangkan seandainya hujan turun dalam sehari semalam, berapa jumlah tanah yang akan terkikis? Jika hal sedemikian terjadi secara terus menerus maka tentunya semakin tipislapisan tanah ini. Padahal terbentuknya tanah melalui proses pelapukan yang beribu-ribu tahun lamanya. Bagaimana tanah yang kita tempati ini akan awaet? Setidak-tidaknya seandainya kita tidak bisa membuat tanah baru, kita menjaga apa yang sudah ada.Air yang bersih, jernih dan segar tentunya bukan dari air hujan. Melainkan dari sumber mata air. Namun dari mana sumber air akan mengeluarkan air andai tanah tidak mempunyai simpanan air. Dengan adanya hutan maka tanah akan mempunyai simpanan tanah. Sehingga pada saat musim kemarau air itu masih bisa untuk kelangsungan hidup makhluk hidup.Dengan adanya hutan maka perputaran kehidupan di bumi ini akan berjalan normal. Daun-daun yang gugur akan menjadi pupuk, karena pupuk itu berasal dari bahan yang bisa hancur (organik) maka tidak akan merusak tanah. Sebaliknya tanah akan menjadi subur. Berbeda dengan pupuk non-organik, memang pupuk ini bisa membuat tanaman menjadi subur, tapi disamping itu ia juga bisa menjadi racun bagi tanah tersebut.Kalau kita mau memperhatikan lebih seksama, hewan peliharaan kita tidaklah ia lebih segar saat dia kita kurung dalam kandang dibandingkan bila ia dilepaskan. Hidup di alam bebas bagi makhluk hidup adalah kemerdekaan. Dengan adanya hutan, maka segala proses kelangsunganmakhluk hidup akan berjalan dengan normal.


Sumber:   http://wanabakti-ponorogo.blogspot.com/2008/05/peranan-hutan-tanah-dan-air-dalam.htm
By. Anis Kurli

Pengertian, Manfaat Air dan Hutan

Hutan adalah suatu wilayah yang
memiliki banyak tumbuh-tumbuhan
lebat yang berisi antara lain pohon,
semak, paku-pakuan, rumput, jamur
dan lain sebagainya serta menempati
daerah yang cukup luas. Negara Kita
Indonesia memiliki kawasan hutan yang
sangat luas dan beraneka ragam
jenisnya dengan tingkat kerusakan
yang cukup tinggi akibat pembakaran
hutan, penebangan liar, dan lain
sebagainya.
B. Fungsi/Kegunaan/Manfaat Hutan
Bagi Manusia dan Lingkungan
Hutan memiliki banyak manfaat untuk
kita semua. Hutan merupakan paru-
paru dunia (planet bumi) sehingga
perlu kita jaga karena jika tidak maka
hanya akan membawa dampak yang
buruk bagi kita di masa kini dan masa
yang akan datang.
1. Manfaat/Fungsi Ekonomi
- Hasil hutan dapat dijual langsung
atau diolah menjadi berbagai barang
yang bernilai tinggi.
- Membuka lapangan pekerjaan bagi
pembalak hutan legal.
- Menyumbang devisa negara dari
hasil penjualan produk hasil hutan ke
luar negeri.
2. Manfaat/Fungsi Klimatologis
- Hutan dapat mengatur iklim
- Hutan berfungsi sebagai paru-paru
dunia yang menghasilkan oksigen bagi
kehidupan.
3. Manfaat/Fungsi Hidrolis
- Dapat menampung air hujan di dalam
tanah
- Mencegah intrusi air laut yang asin
- Menjadi pengatur tata air tanah
4. Manfaat/Fungsi Ekologis
- Mencegah erosi dan banjir
- Menjaga dan mempertahankan
kesuburan tanah
- sebagai wilayah untuk melestarikan
kenaekaragaman hayati
C. Faktor Yang Mempengaruhi
Persebaran Hutan
1. Keadaan tanah
Daerah gurun pasir akan membentuk
hutan yang berbeda dengan daerah
tropis yang banyak hujannya.
2. Tinggi rendah permukaan tanah
Jenis hutan beserta isi tanaman
dipengaruhi oleh suhu wilayah yang
berbeda antara dataran tinggi dan
dataran rendah.
3. Makhluk hidup
Manusia dapat menentukan di mana
boleh ada hutan dan tidak boleh ada
hutan.
4. Iklim
Iklim yang memiliki curah hujan tinggi
akan membentuk hutan yang lebat
seperti hutan hujan tropis.
www.organisasi.org/1970/01/pengertian-hutan-manfaat-hutan-yang-mempengaruhi-persebaran-hutan.html?m=1

Pengertian dan Manfaat
Air dalam Kehidupan
Pengertian Air, Air adalah salah satu
sumber kekuatan dan energi yang ada
di bumi ini. Air merupakan sebuah
elemen dan partikel cair. Tanpa air,
semua makhluk hidup tidak dapat
bertahan hidup dan akan mati.
Manfaat Air Dalam kehidupan
contohnya adalah Air terjun. Air
terjun mengandung tenaga gerak
yang dapat dimanfaatkan oleh
manusia, misalnya untuk pembangkit
tenaga Listrik. Bendungan (dam) akan
menahan aliran air dan membentuk
danau (waduk). Air yang berada di
waduk disalurkan lewat terowongan ke
kincir air khusus (Turbin). Selanjutnya,
turbin menggerakan dinamo
(generator) yang menghasilkan aliran
listrik sangat besar. Tenaga listrik
tersebut dialirkan ke kota dan desa,
misalnya untuk menggerakan mesin di
pabrik serta penerangan di rumah,
sekolah, dan pertokoan.
Pengertian Air atau Definisi Air
adalah zat atau materi atau unsur
yang penting bagi semua bentuk
kehidupan yang diketahui sampai saat
ini di bumi, tetapi tidak di planet lain.
Air menutupi hampir 71% permukaan
bumi. Terdapat 1,4 triliun kubik (330
juta mil³) tersedia di bumi. Jenis –
Jenis Air sendiri di bagi menjadi 2
macam.
Penempatan Air sebagian besar
terdapat di laut / air asin dan pada
lapisan-lapisan es (di kutub dan
puncak-puncak gunung), akan tetapi
juga dapat hadir sebagai awan, hujan,
sungai, muka air tawar, danau, uap air
dan lautan es, Air dalam obyek-obyek
tersebut bergerak mengikuti suatu
siklus air , yaitu: melalui penguapan,
hujan dan aliran air di atas
permukaan tanah (runoff , meliputi
mata air, muara, sungai) menuju laut.
Air yang bersih sangat penting bagi
kehidupan manusia dan alam sekitar, Di
banyak tempat di dunia terjadi
kekurangan persediaan air. Selain di
bumi, sejumlah besar air juga
diperkirakan terdapat pada kutub
utara dan selatan planet Mars, serta
pada bulan-bulan Eropa dan
Enceladus. Air dapat berwujud
padatan ( es), cairan ( air) dan gas
(uap air ). Air merupakan satu-satunya
zat yang secara alami terdapat di
permukaan bumi dalam ketiga
wujudnya tersebut.
Air terdapat dimana- mana dan
setiap saat kita melihat dan terbiasa
menggunakan air. Akan tetapi, apakah
kalian mengetahui tentang sifat,
kegunaan, daur air, dan peristiwa
lainnya tentang air? Untuk itu,
marilah kita mempelajarinya sehingga
dapat memanfaatkan dengan sebaik-
baiknya serta menjaga keseimbangan
dan kelestariannya. Baca juga artikel
berikut ini, Berbagai Macam
Sifat,Siklus Air,dan Kegunaan Air .


secretto12up.blogspot.com/2011/12/pengertian-dan-manfaat-air-dalam.html?m=1
By. Salsa Nur Nafi'ah

Hari hutan internasional: Hutan dan Air

Hutan dan lahan basah memiliki peran penting bagi dunia sebagai akses penyedia air bersih . Itulah mengapa hutan dan air dipilih sebagai tema tahun ini.

Poster Hari Hutan Sedunia 2016 (Fao.org)

Perayaan internasional dari hari Hutan Dunia pada tahun in mengusung tema hutan dan air. Dengan menyediakan sebuah wadah untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya semua tipe hutan dan pohon yang berada di luar hutan.

Hutan menutupi satu pertiga dari daratan di bumi dengan memiliki fungsi yang vital di seluruh dunia. Sekitar 1,6 miliyar penduduk, termasuk lebih dari 2.000 makhluk hidup yang bergantung pada hutan.

Hutan adalah tempat yang menyimpan keanekaragaman hayati terbanyak,dengan lebih dari 80 persen spesies hewan darat , tumbuhan dan serangga. Hutan juga menyediakan tempat tinggal, mata pencaharian dan keamanan bagi masyarakat yang hidupnya bergantung pada hutan.

Namun semua hal yang berharga dari hutan secara ekologis, ekonomi, sosial dan manfaat kesehatan menjadi tidak berharga mengingat penggundulan hutan terus terjadi dengan 13 juta hektar hutan dihancurkan setiap tahunnya. Jumlah penggundulan hutan menyebabkan peningkatan gas emisi rumah kaca sebesar 12 hingga 20 yang membantu perubahan iklim.

Setiap tahun International Day of Forest dirayakan dengan bagaimana hutan dan pohon dapat dipertahankan dan melindungi kita semua. Tahun ini PBB ingin meningkatkan kesadarn bagaimana hutan yang menjadi kunci dalam pemasok air tawar dunia yang sangat penting untuk kehidupan.

Tahukah Anda ?

> Hutan dan lahan basah menyediakan 75 persen akses dunia terhadap air tawar.

> Sekitar satu dari tiga kota terbesar di dunia mendapatkan proposi air minum signifikan dari wilayah hutan lindung.

> Meningkatkan manajemen sumber air dapat meningkatkan keuntungan ekonomi yang cukup besar.

> Hutan bertindak sebagai filter air alami.

> Perubahan iklim mengubah peran hutan dalam arus air dan ketersediaan sumber daya air.

> Hutan memiliki peran penting dalam membangun dan memperkuat ketahanan.

(Nisrina Darnila/www.un.org)
Sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/03/tema-hari-hutan-internasional-2016-hutan-dan-air
By. Ariana Riski

AIR DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (HARI AIR SEDUNIA)

Air adalah kunci dari pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development). Peran air ini yang kemudian diangkat menjadi tema Hari Air Sedunia 2015, “Water and Sustainable Development“, Air dan Pembangunan Berkelanjutan. Air mempunyai peran sentral dalam pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, hingga kelestarian lingkungan. Air memberikan kontribusi dalam ketahanan pangan dan energi, kesehatan masyarakat dan lingkungan, serta mata pencarian penduduk bumi. Sehingga peran air dalam pembangunan berkelanjutan tak terbantahkan.
Di tahun 2015, UN Water menetapkan “Water and Sustainable Development“, Air dan Pembangunan Berkelanjutan sebagai tema peringatan Hari Air Sedunia. Ini mengingat air memiliki peran yang penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Air terkait dengan semua aspek yang dibutuhkan untuk menciptakan masa depan yang diinginkan.

Air dan Pembangunan Berkelanjutan
Air Adalah Kesehatan; Tangan yang bersih dapat menyelamatkan hidup Anda
Di bidang kesehatan air memegang peranan penting. Manusia dapat bertahan berminggu-minggu tanpa makanan, namun hanya mampu bertahan beberapa hari saja tanpa air. Mencuci tangan menjadi solusi terbaik untuk menghilangkan kuman dan mencegah penyebarannya ke orang lain. Setiap hari, setiap orang membutuhkan air untuk minum, memasak, dan membersihkan diri. Air dan kesehatan menjadi komponen penentu pembangunan berkelanjutan.
Air adalah Alam; Ekosistem terletak di jantung siklus air global.
Ekosistem (seperti hutan, lahan basah, dan padang rumput), terletak di jantung siklus air global. Dan air tawar sangat bergantung pada sehatnya ekosistem yang menunjang siklus air sehingga air menjadi sumber daya yang berkelanjutan. Namun air telah mengalami banyak tekanan akibat pembangunan, mengalami pencemaran air, dan penurunan kualitas. Penurunan kualitas air berpengaruh terhadap kualitas lingkungan. Pun sebaliknya kualitas lingkungan akan mempengaruhi kualitas air. Air dan alam menjadi komponen penentu pembangunan berkelanjutan.
Air adalah Urbanisasi; Setiap minggu, satu juta orang pindah ke kota-kota.
Separo penduduk bumi tinggal di kota. Sedang tingkat pertumbuhan kota sangat pesat. Pertumbuhan ini terutama dipicu oleh urbanisasi. Pengelolaan daerah perkotaan telah menjadi salah satu tantangan pembangunan yang paling penting. Untuk itu dibutuhkan infrastuktur air (baik air tawar maupun air limbah) yang memadai di setiap kota.
Air adalah Industri; Lebih banyak air yang digunakan untuk memproduksi mobil daripada untuk mengisi kolam renang.
Bidang industri membutuhkan air yang tidak sedikit. Sebagai contoh, untuk membuat selembar kertas dibutuhkan hingga 10 liter air dan dibutuhkan hingga 90 liter air untuk memproduksi 500 gram plastik. Kegiatan industri pun menghasilkan limbah air yang tidak sedikit.
Air adalah Energi; Air dan energi tidak dapat dipisahkan.
Air diperlukan untuk menghasilkan energi. Sebaliknya, energi dibutuhkan untuk menghasilkan air. Lebih dari 80% listrik di dunia dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga uap. Ini membutuhkan miliaran galon air untuk dijadikan uap penggerak turbin dan pendingin. Diperlukan berbagai sumber energi alternatif maupun energi terbarukan (energi surya, energi pasang surut, energi angin, dll) untuk mengurangi tekanan pada sumber daya air tawar.
Air adalah Makanan; Untuk menghasilkan dua steak dibutuhkan 15 000 liter air.
Secara global, sektor pertanian merupakan pengguna air terbesar. Di samping itu, pertumbuhan ekonomi telah merubah gaya hidup di bidang makanan. Semakin banyak yang berpindah mengkonsumsi roti dan susu. Padahal keduanya membutuhkan air hingga empat kali lebih banyak dibandingkan makanan berbahan beras. Jika produksi 1 kg beras ‘hanya’ membutuhkan 3.500 liter air, 1 kg daging sapi membutuhkan hingga 15.000 liter air. Baca :Ketahanan Air dan Pangan di Indonesia
Air adalah Kesetaraan; Setiap hari wanita menghabiskan 200 juta jam membawa air.
Terutama di negara-negara berkembang, wanita dan anak-anak menghabiskan hingga seperempat waktunya perhari hanya untuk menyediakan air bagi keluarganya. Sangat banyak waktu yang terbuang tanpa bekerja, mengurus keluarga, dan bersekolah. Fakta ini menunjukkan bahwa investasi di bidang air dan sanitasi dapat memberikan dampak perekonomian yang besar.
Berbagai tuntutan terhadap pemenuhan air tersebut, menjadi tantangan besar bagi pengelolaan sumber daya air. Belum lagi ditambah dengan berbagai tekanan sebagai akibat pemanasan global. Sehingga tidak dapat dipungkiri jika air memegang peranan kunci berlangsungnya pembangunan berkelanjutan.
Sumber :http://alamendah.org/2015/03/08/air-dan-pembangunan-berkelanjutan-hari-air-2015/

 21MARET, SELAMAT HARI KEHUTANAN SEDUNIA
Memperingati Hari Kehutanan Sedunia bisa Anda lakukan dengan cara paling sederhana: tidak menggunakan produk kayu selama sehari.

Ilustrasi hutan Sumatra. (Thinkstockphoto)
Apa jadinya dunia tanpa hutan? Bumi menjadi kering, air tidak mengalir, cuaca panas, dan tidak ada kerajinan indah yang dihasilkan tangan manusia dari hutan.
Hutan menutup sekitar sepertiga permukaan Bumi dan menjadi rumah bagi dua pertiga spesies darat di seluruh dunia. Maka itu wajar jika kemudian hutan disebut sebagai gudangnya keanekaragaman hayati bagi planet Bumi.
Terdorong oleh arti penting hutan, European Confederation of Agriculture mendukung terciptanya Hari Kehutanan Sedunia pada November 1971. Peringatan ini selanjutnya dilakukan tiap tanggal 21 Maret setiap tahunnya.
Dilansir dari situs resmi Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Amerika Serikat memperingatinya dengan cara menjalani satu pekan aktivitas dan perayaan yang menekankan arti penting hutan bagi manusia. Negeri tetangga, Australia, meluncurkan kampanye berupa pembagian booklet mengenai hutan secara gratis.
Lanskap Danau Tamblingan di Bali yang terlindungi tutupan vegetasi lebat. (thinkstockphoto)
Bagaimana dengan Indonesia? Dua pejabat Kementerian Kehutanan yang diwawancara National Geographic Indonesia menyatakan tidak ada seremoni besar untuk merayakannya.
Namun dikatakan Direktur Perencanaan Kawasan Kehutanan Kemenhut Basoeki Karyaatmadja, secara umum, kesadaran masyarakat Indonesia mengenai hutan semakin meningkat.
Secara keseluruhan, kerusakan hutan juga mulai menurun."Dulu, tahun 2000-an kerusakan hutan masih sekitar dua juta hektare per tahun. Sekarang hanya sekitar 450 ribu hektare per tahunnya," ujar Basoeki yang menambahkan data tersebut berdasarkan pantauan satelit.
Ditambahkan Basoeki, perencanaan tata hutan Indonesia sudah dilakukan jangka panjang hingga tahun 2030. Tiap tahunnya, akan ada agenda utama untuk merehabilitasi hutan.
Menurut Hargyono, Kepala Subdit Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan di Kemenhut, hutan dan industri tidak bisa dipisahkan. Untuk menjaga keberlanjutannya, konsumen juga harus memperhatikan asal suatu produk kayu --legal atau tidak.
"Dengan demikian, akan membantu kelestrian hutan juga," kata Hargyono saat ditemui dalam "TBI - APHI 6th Signing Event: Combined Certification for Legality (SVLK) and Sustainability (PHPL-FSC) in Natural Forest Management in Indonesia," di Jakarta, Rabu (20/3).


Sumber:http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/03/21-maret-selamat-hari-kehutanan-sedunia
By. Weny Setiani

Fungsi Hutan Sebagai Pengatur Tata Air

Hutan sangat penting artinya, karena merupakan kawasan pengatur tata air dan kesuburan tanah. Terkait fungsi hutan sebagai pengatur tata air, maka kebutuhan air akan terganggu apabila keberadaan hutan mengalami kerusakan terutama di bagian hulu. Gangguan kebutuhan air tersebut saat ini sudah mulai terasa, yaitu dengan terjadinya kerusakan fungsi hidro-orologis hutan oleh berbagai sebab, yang membuat cadangan air tanah untuk mendukung sistem irigasi semakin berkurang.
Kerusakan hutan yang terjadi saat ini telah menyebabkan terjadinya bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor serta kekeringan yang mengancam keberlanjutan pertanian pangan. Pengertian-nya adalah banyak sawah yang terendam banjir saat musim hujan dan mengalami kekeringan saat kemarau. Hal ini tentu mempengaruhi produktifitas lahan pertanian, akibat-nya petani tidak berhasil meningkatkan pendapatan-nya. Oleh karena itu kebijakan pemerintah dalam peraturan Menteri Kehutanan tentang pelaksaaan penanaman pohon sudah bagus.
Peran hutan sebagai pengatur tata air sangat penting artinya dalam pengendalian fungsi hidro-orologis, yaitu sebagai penyerap, penyimpan, penghasil dan pendistribusi air. Oleh karena itu, tidak cukup untuk menanam satu pohon, kurang lebih 1 milyar pohon harus ditanam, dijaga, dan dipelihara membentuk kumpulan pohon menjadi satu kesatuan yang disebut hutan. Sangatlah penting jika penghutanan kembali dilakukan di daerah hulu/sumber-sumber mata air dan kanan-kiri daerah aliran air (DAS). Dalam hal ini, moral harus dibina dan tindakan masyarakat harus dikendalikan agar dapat menjaga hutan sehingga ber-fungsi sesuai peruntukannya sebagai pengatur tata air .



Sumber: http://googleweblight.com/?lite_url=http://likespedia.blogspot.com/2015/04/fungsi-hutan-pengatur-tata-air.html?m%3D1&ei=MkecMTQG&lc=id-ID&s=1&m=640&host=www.google.co.id&ts=1458823809&sig=APY536y9WYhq_GnzfFsQ7jdKvWcVEjbcJA

By. Savira Nur F

Hutan dan Keseimbangan Air

Pembangunan hutan dapat menjaga keseimbangan air jika pembangunan hutan dilaksanakan secara bijaksana dengan memperhatikan :



1.   Jenis pohon yang ditanam disesuaikan antara tingkat transpirasi jenis tersebut dengan jumlah curah hujan areal penanaman. Misalnya jika jenis yang ditanam mempunyai evapotranpirasi sebesar 3000 mm/th, maka jenis tersebut hanya dapat ditanam pada daerah dengan curah hujan > 3000 mm/th, karena jika ditanam pada daerah dengan curah hujan < 3000 mm/th, maka daerah tersebut akan mengalami defisit air.


2.   Penanaman hutan sebaiknya menciptakan strata tajuk, paling tidak ada dua strata, yaitu strata kanopi pohon dan strata tumbuhan penutup tanah. Dengan kombinasi bentuk daun yang runcing dan sempit serta dengan adanya strata tajuk tersebut dapat memperkecil massa dan kecepatan butir air hujan yang jatuh ke lantai hutan. Jika lantai hutan penuh dengan tumbuhan penutup tanah, serasah dan humus, maka pembangunan hutan tersebut dapat mengurangi aliran permukaan (air larian) dan dapat meningkatkan infiltrasi air (suplesi air). Dengan berkurangnya air larian dan meningkatnya suplesi air maka pembangunan hutan dapat mengurangi bahaya banjirdan erosi serta meningkatkan airsimpanan (air tanah).
Pada lahan kritis atau tanah kosong (tidak bervegetasi) air menguap dari permukaan tanah dan diganti oleh air dari bawahnya, laju penguapan lebih tinggi daripada laju naiknya air, sehingga tanah cepat kering dan laju penguapan menurun. Tanah kosong yang ditutupi serasah, laju penguapannya lebih kecil karena serasah menghalangi penguapan air. Namun pada tanah berhutan, lengas tanah diserap oleh perakaran dibawa ke daun, karena permukaan daun yang luas dan perakaran yang ekstensif sehingga laju penyerapan dan penguapan air lebih besar dibandingkan dengan tanah kosong dan tanah kosong yang ditutupi serasah.
Hutan juga menahan air hujan yang jatuh, air hujan yang jatuh tertahan oleh tajuk (intersepsi), air intersepsi menguap kembali ke udara. Pada hujan yang tidak lebat seluruh air hujan dapat diintersepsi., makin besar tajuk dan biomassa makin banyak air hujan yang diintersepsi. Banyaknya hujan yang dintersepsi bervariasi 10-40 % (Soemarwoto, 1991). Setelah tajuk hutan jenuh air, baru air hujan jatuh atau menetes dari tajuk sebagai air lolosan.
Sebagian hujan mengalir melalui batang (aliran batang) dan selanjutnya mengalir ke tanah. Aliran batang dan air lolosan akhirnya sampai lantai hutan sebagai curahan atau presipitasi. Air di lantai hutan diserap serasah dan humus (intersepsi serasah). Setelah serasah jenuh dengan air, sebagian air akan mengalir di atas permukaan tanah sebagai air larian. Sebagian air meresap ke tanah mengisi lengas tanah menjadi air simpanan, pengisian air simpanan disebut suplesi. Suplesi diperbesar/dipermudah kalau ada serasah (ada intersepsi oleh serasah) karena tanah menjadi gembur akibat aktivitas makhluk hidup tanah. Makin besar suplesi, maka makin kecil, baik air larian maupun aliran air sungai. Pembuangan serasah dapat meningkatkan air larian sebesar 4 % (Soemarwoto, 1991).
Air simpanan adalah sumber untuk aliran air dalam jangka panjang, sebagian keluar melalui mata air dan menambah aliran air. Hutan dapat pula mengurangi air simpanan melalui evapotranspirasi, sehingga hutan mempunyai dua pengaruh yang berlawanan terhadap besarnya aliran dasar. Hutan dapat meningkatkan suplesi air, tetapi hutan juga mengurangi air simpanan karena evapotranspirasi, hal ini sangat terasa pada musim kemarau.
Di AS, konversi hutan campuran berdaun lebar menjadi hutan Pinus telah menyebabkan penurunan aliran air, yaitu pada umur 23 tahun Hutan tersebut menurunkan aliran air 20 – 25 cm atau 20 % aliran air sebelum konversi (Soemarwoto, 1991).



By. Afresha Bias Putri Enarga