Kamis, 24 Maret 2016

FUNGSI HUTAN SEBAGAI TATA AIR DAN TANAH

Baru-baru ini kita dihadapkan pada berita tentang kerusakan alam. Entah itu akibat dari gempa, tanah longsor, banjir ataupun angin topan. Semua itu berhubungan dengan kerusakan hutan yang terjadi pada alam kita ini. Gempa terjadi karena tanah yang kita tempati menjadi labil. Dikarenakan sudah tidak ada lagi pengikat atau perekatnya. Sehingga jika ada getaran alam tanah menjadi retak, ibarat mobil sudah tidak ada peredamnya. Begitu juga dengan longsor, terjadi karena memang tanah sudah tidak ada pengikatnya. Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi sementara tidak adanya penyerapan pada tanah, yang terjadi bukan tanah yang menyerap air, namun airlah yang mengikis tanah. Adanya angin topan, puting beliung, badai yang menghancurkan rumah, memang dikarenakan angin yangbertiup sangat kencang sementara tidak ada penahan. Sehingga angin bergerak bebas. Kita bisa merasakan perbedaan saat kita berada pada lingkungan hutan dengan saat kita tanah lapang. Kecepatan angin di tanah yang lepang terasa lebih kencang dibanding ketika kita berada di balik penahan, entah itu gedung, rumah atau tumbuhan. Andai saja masih ada pepohonan angin yang kencang perlahan-lahan akan tertahan, sehingga tidak sampai merusak alam kita.Secara garis besar fungsi hutan adalah sebagai pengatur tata air di bumi. Sebab dengan adanya hutan air hujan tidak langsung mengalir menuju sungai yang kemudian menuju laut. Namun air itu akan meresap pada tanah yang diatasnya tumbuh tanaman. Kalau tanah itu tidak ada tanamannya maka tidak ada peresapan. Jika ini terjadi, kalau curah hujan tinggi, maka debit air akan tinggi pula, sementara laut tidak bisa lagi menampung air yang datang. Akibatnya air laut meluap, sehingga bisa menyebabkan terjadinya banjir. Namun andai saja di atas tanah itu ada tanamannya, otomatis tanaman ini akan menyerap air hujan dan akan menahan beberapa saat sehingga ia dapat mengatur lajunya air. Sehingga air yang mengalir ke laut bisa dikendalikan.Dari asalnya air hujan itu bening, tapi mengapa ketkika ia mengalir di sungai menjadi keruh? Karena telah bercampur tanah yang terkikis oleh air hujan. Kenapa tanah terkikis air hujan? Dikarenakan tidak ada pengikatnya. Dan untuk mengikat tanah itu diperlukan adanya tanaman di atas tanah tersebut. Kita bayangkan seandainya hujan turun dalam sehari semalam, berapa jumlah tanah yang akan terkikis? Jika hal sedemikian terjadi secara terus menerus maka tentunya semakin tipislapisan tanah ini. Padahal terbentuknya tanah melalui proses pelapukan yang beribu-ribu tahun lamanya. Bagaimana tanah yang kita tempati ini akan awaet? Setidak-tidaknya seandainya kita tidak bisa membuat tanah baru, kita menjaga apa yang sudah ada.Air yang bersih, jernih dan segar tentunya bukan dari air hujan. Melainkan dari sumber mata air. Namun dari mana sumber air akan mengeluarkan air andai tanah tidak mempunyai simpanan air. Dengan adanya hutan maka tanah akan mempunyai simpanan tanah. Sehingga pada saat musim kemarau air itu masih bisa untuk kelangsungan hidup makhluk hidup.Dengan adanya hutan maka perputaran kehidupan di bumi ini akan berjalan normal. Daun-daun yang gugur akan menjadi pupuk, karena pupuk itu berasal dari bahan yang bisa hancur (organik) maka tidak akan merusak tanah. Sebaliknya tanah akan menjadi subur. Berbeda dengan pupuk non-organik, memang pupuk ini bisa membuat tanaman menjadi subur, tapi disamping itu ia juga bisa menjadi racun bagi tanah tersebut.Kalau kita mau memperhatikan lebih seksama, hewan peliharaan kita tidaklah ia lebih segar saat dia kita kurung dalam kandang dibandingkan bila ia dilepaskan. Hidup di alam bebas bagi makhluk hidup adalah kemerdekaan. Dengan adanya hutan, maka segala proses kelangsunganmakhluk hidup akan berjalan dengan normal.


Sumber:   http://wanabakti-ponorogo.blogspot.com/2008/05/peranan-hutan-tanah-dan-air-dalam.htm
By. Anis Kurli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar